Salam kompak selalu Alumni Undip SMP 32 tercinta…(Dulu Sebagian Kampus Undip di SMP 32 Semarang;Red)

Buat adik adikku Kapal Tembalang

Perkenalkan, namaku Ismail Hidayat, Alumni Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro Angkatan 1990.

Semua manusia selalu punya pilihan, semua pilihan selalu punya konsequensi, selalu berusaha lebih baik dan berdo’a untuk mendapatkan yang terbaik dan semoga senantiasa diberkahi untuk selalu dekat denganNya.

Masa kecil saya di suatu desa kecil yang sangat jauh dari keramaian, sebagai anak yatim saat masih kecil rasanya lumayan berat, hanya sebagaimana dunia anak kebanyakan belum menyadari perjuangan ibu lebih berat lagi. SD, MTs meski tidak pandai rasanya aku tidaklah bodoh, kalo mendapatkan 5 besar bagiku dah biasa. namun saat anak lain dapat hadiah ayahnya, rasanya pengen mendapatkan yang sama, dan membanyangkan andai aku punya ayah, namun suatu hal yang tidak mungkin terjadi, Insya Alloh ketetapan Illahi yang terbaik bagi semua umatNya. Mulailah memasuki SMA di kota kecil dimana terbersit buat apa mesti dapat nilai bagus toh aku juga nggak akan dapat hadiah, alhasil hanya di semester genap aku dapat nilai yang lumayan. Memberontak rasanya jadi pelampiasan, sebagai yang mungkin paling sering di bully era itu rasanya kenapa aku nggak bisa seperti mereka bales membully, toh kita sama pelajar SMA kan? Yaa SMA 79 masuk jam 7 pulang jam 9 suatu yang biasa bagiku, dari pada di bully mending bolos toh aku juga bisa belajar dirumah dan soal nilai alhamdulillah aku ngak bodoh – bodoh amat meski di ijazahku ada tulisan angka 5 namun boleh donk sombong bahwa disana juga ada angka 9 lho. heeeeeeeee heeeeeeeeeeee…

Perkapalan suatu jurusan idaman saya saat SMA dulu, buku-buku sejarah tentang cerita indahnya Indonesia sebagai negara maritim, punya garis pantai terpanjang, ribuan pulau indah dsb, senantiasa menghiasi angan untuk next step saya akan kuliah di jurusan perkapalan dimanapun universitasnya, semoga ibu mampu bayarin SPP buat kuliahku nanti. Alhamdulillah bisa keterima di Tembalang nan sepi mirip kampungku. Program KKL 91 Surabaya Bali waktu itu merubah pola pikir saya dimana ternyata galangan kapal terbesar di negeri tercinta kok banyak alat mangkraknya yaa… berarti banyak nganggurnya donk….klo nganggur dari mana penghasillannya? Pajak ?…. sok mikir ala politikus kan juga pernah kost bareng anak anak fisip.

Melihat beberapa pekerja duduk-duduk merokok sembarangan di sepanjang rute keliling waktu itu membuat daku galau benarkah ini jurusan idaman saya? trus apa bedanya dengan mahasiswa Tembalang, Balai Karya / BK, SMP 32, Gelora dimana kongkow kumpul pada guyonan ngebul asap rokok yang adanya waktu itu hanya GG, Djarum dan Bentoel….. dari situlah semangat belajar menghilang dalam benak saya terpikir benarkah ini jurusan impian saya ? Mundur daftar lagi berganti jurusan jelas bukan pilihan, ngak akan saya bisa kuliah lagi dengan kondisi ekonomi ibu yang harus membesarkan 5 orang anaknya dengan segala keterbatasan yang ada terbanyang haruskah aku balik kampung sebagai pecundang ? ikut nongkrong di prapatan tiap hari sebagai calo angkot ?

Pertemuan dengan salah satu senior yang Insya Alloh dia ada di grup WA kapal ini (sengaja disamarkan biar tidak besar kepala yaa mas) mendapatkan inspirasi ngak harus di galangan untuk berkarya setelah lulus nanti menjadi penyemangat baru yang penting segera lulus biarlah waktu nanti yang menentukan arah kedepan. Nunggu tempat PKL ternyata suatu hal yang cukup susah, beruntung JMI dan SI Semarang senantiasa membuka pintu bagai mahasiswa Undip untuk mengetahui riil dunia kerja seperti apa yang harus dilakukan bukan sekedar dengar cerita atau dari buku yang juga limited di era itu. 4 surat pengantar untuk PKL tak satupun yang nyangkut dijawab ok, baru 10 bulan kemudian dapat dapat balasan giliran PKL di suatu project pembuatan bangunan lepas pantai membuat semangat berlipat bahwa lulusan perkapalan memang salah satu idaman bekal masa depan buatku asal aku serius.

Pergaulan multi bidang di project membawa belajar lebih bagaimana berkomunikasi, melihat gambar, menghitung berdasar code, gambar konstruksi yang ternyata banyak banget serinya membuat suatu pencerahan yang tak terkira nilianya, sedikit kecewa kala pulang ke kampus ternyata hasil PKL tersebut dapat nilai BC meskipun aku sudah 4 bulan di project tersebut (meski dari kampus wajibnya hanya sebulan di era itu kalo ngak salah) berkutat di project dengan limitasi proses penulisan terutama isinya yang bingung mau nulis apa, alhasil berapa habisnya kawat las untuk suatu proses pengelasan, darimana gambar for issued, for constrction, asbuilt drawing dll, berasal dan distribusinya kemana saja saat dilapangan menjadi tulisan laporan tanpa ada pengantar daftar isi sejarah perusahaan dsb, yang mungkin menjadi panduan wajib untuk suatu naskah tulisan formal. Bingung nulisnya dengan keterbatasan mesin ketik pinjaman yang terbatas waktu untuk menulisnya. Mendengar orang bicara bahasa ingris di project tersebut WOOOW pinter kali orang itu, membuat terkesima ternyata aku selama ini memang bodoh dan harus belajar dan belajar lagi. Kembalihan dengan penuh semangat untuk segera lulus yang ternyata juga tidak lulus – lusus juga, alhamdulillah teman seangkatan ada yang lulus tercepat 4 orang menjadi penyemangat tersendiri bahwasannya menurut saya personal tidak semua dari mereka jauh lebih pinter dariku, lebih rajin pasti… yang merasa tersebut 4 ini jangan somse yaa…..

Memulai era baru

Akhirnya hadir juga kesempatan untuk mendapatkan ijazah Undip, bangga, bingung,.. terbanyang kehilangan masa menjadi indahnya mahasiswa SMP 32, lembaran lamaran kerja ternyata nggak ada yang nyangkut sampai akhirnya ada suatu project jalan raya, disanalah langkah awal tugas utama mengawasi pemanasan campuran semen, pasir, aspalt sebagai helper kalo bahasa kerennya sih rostabout kali yaa dengan mendapat upah mingguan yang alhamdulillah cukup untuk 3 kali makan, sewa kamar kost yang dihuni 8 orang dengan aneka keterbatasan disekitaran project (malu aku mau nunjukin ijazah semarang takut malah ngak keterima). Untungnya disana nggak pernah ketemu alumni atau yang pernah kenal saya sebelumnya bahwasannya daku pernah kuliah di Universitas yang sangat ternama di ibukota Jateng yang gagah dengan jaket birunya. Dengan bekal sebagai helper seolah lebih mudah bagi saya untuk bertanya tentang apa tujuan pekerjaan yang harus dilakukan, kenapa begini, kenapa harus begitu dsb tanpa batasan atau takut dianggap bodoh, toh aku kan helper memang ngak tahu apapun wajar kan nanya hal bodoh, meski seharusnya saya bisa balik jam 3 bareng rekan-rekan kerjaku setidaknya sampai magrib aku habiskan waktu di project bahkan kadang sampai larut malam untuk bertanya pada pera penyelia yang pada baik hati, bonus tentunya kadang ada sisa makanan yang dapat meringankan beban makan malam, toh saat kuliah juga lebih sering makan 2 kali apalagi dapat gratis lumayan gaji mingguanku bisa dihemat, sebagian bisa ke kampung menyombongkan ke ibu anakku dah kerja lhooo. Tentunya aku ngak pernah bilang kalo sebagai tenaga kasar, biarlah ibu bangga anaknnya bisa mandiri tanpa beban pikiran lebih…

Berbagai pertanyaan yang saya lontarkan membuat salah satu penyeliaku bertanya lebih apa yang bisa saya lakukan, kadang kala dikasih semacam test terkait apa yang pernah dia ajarkan selepas jam kerja normal bahkan dikasih PR mingguan aneka hitungan dasar civil, mektek, matematika dll. Teringat beberapa pelajaran yang dulunya saya anggap tak berguna, math pak ketut, bangunan kapal Pak Kiryanto dll. Yang rasanya hanya mengisi waktu agar bisa disebut mahasiswa dan biar dapat nilai minimum C yang terpenting bagiku waktu itu. Terbersik kenapa harus begini toh aku kan dibayar mingguan sebagai helper ngak dapat tambahan OT lagi meski pulang malam karena memang lebih banyak aku tinggal tanpa ada perintah kerja. Menjelang habisnya project, tentunya bersiap untuk PHK karena memang saya pekerja mingguan yang tepatnya 6 bulan berkarir disana sebagai helper project. Ternyata apa yang aku lalukan selama ini mendapat perhatian khusus dari salah satu penyeliaku, diajaklah gabung ke next project bukan sebagai helper lagi dan mendapat uang saku bulanan dengan seragam warna berbeda dengan helper (kuingat bener beliau berkata ngak peduli ijazahmu apa, saya ngak yakin kamu hanya lulusan SMA, namun pertahankan semangat belajarmu sebaik yang kamu bisa), jangan pernah takut kerja lebih. Saat itu aku ngak berani bilang alumni undip yang rasanya sangat memprihatinkan bila salah satu alumninya ternyata pekerja kasar. Mulailah sesuatu yang baru di project ini, tidak ngantri mingguan lagi di suatu project pembuatan pabrik garment, ada yang antar teh manis di pagi hari, isi botol dengan air putih untuk dibawa ke lapangan rasanya woow kala itu. Kenallah daku dengan berbagai istilah baru, pre-commisioning, adjusment, control & insrument dan juga berbagai gambar kelistrikan yang sangat baru bagi saya, alhasil belajarlah sesuatu yang baru dengan berbagai aneka PR baru dari penyelia terbaikku di awal karir tersebut.

 

Kalo sebagai mahasiswa yang benar sih mestinya pernah gambar instalasi listrik dasar aku tahu donk kan ada pelajaran listrik kapal ada tugasnya lagi. Namun jujur waktu itu kuliah ngak pernah jamnya ngak pas biaya angkot ke BK yang perlu ganti 3 kali angkot / damri mesti memilih apakah harus kuliah atau buat makan saja yang bisa 5 kali makan di tembalang era itu untuk sekedar hadir di JMI asistensi. Untuk menyelesaikan tugas jelas aku ngak bisa kuliah saja ngak pernah, aku mengambil tugas teman yang telah dibuang di tempat sampah kamarnya karena dia merasa jelek gambarnya, saya minta tolong diganti nama dan NIM saya agar tulisannya sama persis, klo nulis sendiri beda donk alhasil dapatlah saya nilai meski belum pernah tahu Pak Dedi dosen Listrik kapal yang mana sih aku ngak tahu beliau yang mana yang pasti beliau pegawai JMI era itu (pengakuan ini semoga tidak menggugurkan status ijazah asli saya dari kampus tercinta), kondisi itu jugalah yang membuatku malu melampirkan ijazah, transkrip saat mengirimkan cv untuk mendapatkan tempat nguli yang lebih baik.

Dari project bergabung dengan sebuah pabrik kertas dan ditempatkan di pembangkit, ingat saat interview pertanyaannya: You kenapa datang kesini, saya cari lulusan Teknik Mesin, T Elektro, T Kimia yang tahu cara operasi engine pembangkit listrik, pengolahan air tapi kamu kapal mana ngak lampirin ijazah lagi paling nipu kamu, aku ngak butuh orang seperti kamu silakan pulang. WOW pertanyaan beruntun yang sangat provokativ dan memojokkan. Beruntung sering saling bully di BK dan juga saat sebagai helper project keluarlah jawaban yang brilian, saya pernah kuliah di Perkapalan ijazah tidak saya lampirkan Insya Alloh karena memang saya langsung dari project, kapal membuat segalanya mandiri, ada mesin, genset, pengolahan air dan seluruh kelengkapan yang dibutuhkan untuk melaju mandiri di tengah lautan maka bila anda ambil jurusan perkapalan insya alloh kandidate yang tepat ada di depan anda, beri saya waktu untuk belajar bila ngak bisa ngikutin target bapak, saya siap dipecat kapanpun, entah karena jawaban itu, kasihan liat pemuda kurus berbaju lusuh kurang tidur atau bukan, alhasil bergabungkan di co-generation plant tersebut. Gas turbine, boiler, demineralized plant suatu ilmu baru lagi yang membuat aku makin bingung dan merasa beruntung makin bodoh dan mau belajar lebih lagi hingga beralih lagi nguli di berbagai type operasional pembangkit.

Dengan berbagai kebodohan tersebut timbullah ide untuk kuliah lagi dengan goal utama mencari pacar semoga ada yang mau, alhamdulilha ternyata ada yang mau serius. Saya rasa inilah waktu yang tepat buatku mulai hidup baru, modal ngak punya sih, minta orang tua ngak mungkin, kuputuskan mulai kirim aneka CV dan akhirnya pindahlah aku nguli di suatu perusahaan besar dengan penempatan nun jauh dengan semangat semoga segera terkumpul biaya untuk mempersuntingnya. Aneka training dengan berbagai thema baik di dalam maupun luar negeri membuat aku makin terbuka wawasan dan ternyata inilah salah satu keuntungan kerja di perusahaan besar ternama. Rasa percaya diri tentunya juga nambah, bahwasannya daku pernah dan bisa nguli di perusahaan besar, semangat semoga dalam maksimal 2.5 tahun terkumpul modal buat meminangnya dan membawanya ke kawasan rumah dinas yang lagi dalam tahap konstruksi waktu itu. Rencana ternyata kadang ngak seindah kenyataannya, setahun kemudian ternyata mendengar suaranya aku bukan pilihannya dan dia telah mendapatkan yang lain, dengan kemampuan tambahan di suatu perusahaan besar mulailah gerilya dengan CV baru, pindahlah aku nguli lagi ke kota dekat tempat tinggalnya dengan harapan next dia mau menerimaku kembali. Ternyata saya salah menduga, saya tetap bukan pilihannya, life must go on, sedih itu pasti, putus asa nyaris sih, melupakan jelas sangat susah. Mulailah kirim aneka CV akhirnya nguli ke gunung agar jauh darinya semoga bisa melupakannya, alhamdulillah akhirnya ada yang mau menerima segala kekuranganku sebagai ibu dari ke 3 anakku saat ini.

Seiring rutinitas operasional yang akhirnya seolah hafal menjadi ingat sesuatu yang kurang, tentunya dengan kompromi sama keluarga kecilku mulailah sekolah lagi yang ternyata membawa keinginan lebih untuk mempelajari sesuatu yang berbeda kembali. Selalu ada perubahan dalam kehidupan ini siap atau tidak perubahan itu akan datang dan kita harus menyesuaikan atau ditinggalkan. Kesibukan rutinitas kerja, tugas kuliah, bagi bagi dana untuk rumah dan sekolah menjadi tantangan tersendiri. Kehilangan waktu dengan anak istri kembali ke aneka text book (eh saat di SMP 32 tanpa text book ding) menjadi tantangan tersendiri apa memang harus sekolah lagi seperti ini, kalo putus sama saja ngak menghargai istriku yang telah menyisihkan uang belanjanya untuk biaya sekolahku. yang akhirnya semakin menyadari kenapa dulu saat kuliah begitu mengacuhkan kerja keras orang tua untuk anaknya. Semoga masih ada kesempatan berbakti pada kedua Ibuku (ibu kandung dan mertua) yang telah berjuang keras mendidik putra putrinya dapat mandiri.

Keinginan meninggalkan zona Nyaman yang biasanya juga tidak terlalu nyaman sebagaima yang disampaikan Mas Multazam ternyata aku nggak seberani itu, semoga selalu dapat menjalankan amanah yang diberikan selalu berusaha lebih baik dari waktu ke waktu. Tidak ada yang terbaik namun selalu ada proses yang lebih baik menjadikan motto personal untuk selalu berusaha menatap hari depan. Selalu belajar apapun itu insya alloh menjadikan kita makin sadar ternyata kita memang bodoh dan menjadikan penyemangat untuk senantiasa dapat maju meski sangat berat. Menerima kondisi tanpa berusaha lebih hanya akan menjadikan kita memang layak untuk dihargai rendah, berusaha tanpa berdo’a menjadikan kita jumawa, semoga senantiasa menjadi umatNya. Thanks God your plan better than my dream.

Baca Juga :https://ikakapalundip.com/2018/07/30/multazam-menggapai-shipyard-konvensional/

Mengenal Geothermal Power Plant

Binatang apa sih panas bumi ? sesuatu yang nggak pernah terbersik di angan berkarya di gunung, alhamdulilah nyaris 20 tahun aku berkarya di bidang pembangkitan energy bersih ini.

Energi panas bumi, adalah energi panas yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi dan fluida yang terkandung didalamnya. Meningkatnya kebutuhan akan energi serta meningkatnya harga minyak, khususnya pada tahun 1973 dan 1979, telah memacu negara‐negara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk mengurangi ketergantungan mereka pada minyak dengan cara memanfaatkan energi panas bumi. Saat ini energi panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di 24 Negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia usaha pencarian sumber energi panasbumi pertama kali dilakukan di daerah Kawah Kamojang pada tahun 1918. Pada tahun 1926 hingga tahun 1929 lima sumur eksplorasi dibor dimana sampai saat ini salah satu dari sumur tersebut, masih memproduksikan uap panas kering atau dry steam. Kegiatan eksplorasi panasbumi di Indonesia baru dilakukan secara luas pada tahun 1972 (tahun kelahiran saya). Direktorat Vulkanologi dan Pertamina, dengan bantuan Pemerintah Perancis dan New Zealand melakukan survey pendahuluan di seluruh wilayah Indonesia. Dari hasil survey dilaporkan bahwa di Indonesia terdapat 217 prospek panasbumi, yaitu di sepanjang jalur vulkanik (ring of fire) mulai dari bagian Barat Sumatera, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusatenggara dan kemudian membelok ke arah utara melalui Maluku dan Sulawesi. Survey yang dilakukan selanjutnya telah berhasil menemukan beberapa daerah prospek baru sehingga jumlahnya meningkat menjadi 256 prospek, yaitu  84 prospek di Sumatera, 76 prospek di    Jawa, 51 prospek di Sulawesi, 21 prospek di   Nusatenggara, 3 prospek di Irian, 15 prospek di Maluku dan 5 prospek di Kalimantan. Sistim panas bumi di Indonesia umumnya  merupakan sistim hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi (>225o C), hanya beberapa diantaranya yang mempunyai temperatur sedang (150‐225o C).

Source https://en.wikipedia.org/wiki/Ring_of_Fire

Source https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tectonic_plate_boundaries.png

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sistim panas bumi di Indonesia umumnya mempunyai temperatur tinggi (>225o C), hanya beberapa diantaranya yang mempunyai temperatur sedang (150‐ 225o C). Pengalaman dari lapangan‐lapangan panas bumi yang telah dikembangkan di dunia maupun di Indonesia menunjukkan bahwa sistem panas bumi bertemperatur tinggi dan sedang, sangat potensial bila diusahakan untuk pembangkit listrik.    Potensi sumber daya panas bumi Indonesia sangat besar, yaitu sekitar 27500 MWe , sekitar 3040% potensi panas bumi dunia. Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) pada prinsipnya sama seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), hanya pada PLTU uap dibuat di permukaan menggunakan boiler, sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panasbumi. Apabila fluida di kepala sumur berupa fasa uap, maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin, dan kemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator  sehingga dihasilkan energi listrik. Setidaknya ada beberapa jenis tipe pembangkit panas bumi.

 

Pembangkit uap kering

Pembangkit dengan sistem uap kering merupakan rancangan paling tua dan sederhana. Dalam sistem ini uap panas bumi bersuhu 150 °C atau lebih langsung digunakan untuk memutar turbin.

 

Pembangkit flash steam

Pembangkit dengan sistem flash steam mengambil air panas bertekanan tinggi dari kedalaman bumi masuk ke tangki bertekanan rendah lalu menggunakan uap yang dihasilkan untuk memutar turbin. Sistem ini membutuhkan fluida bersuhu sekurang-kurangnya 180 °C;biasanya lebih. Ini adalah jenis yang paling umum dioperasikan saat ini

Pembangkit siklus biner

Pembangkit dengan sistem siklus biner adalah pengembangan terbaru dan memungkinkan suhu terendah fluida hingga 57 °C. Air panas bumi yang tidak terlalu panas tersebut dialirkan melewati fluida sekunder yang memiliki titik didih jauh di bawah titik didih air. Hal ini menyebabkan fluida sekunder menguap yang lalu digunakan untuk memutar turbin. Ini adalah jenis yang paling umum dibangun saat ini Siklus Rankine Organik maupun siklus Kalina keduanya digunakan. Efisiensi termal pembangkit jenis ini biasanya sekitar 10-13%.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga_panas_bumi

Kegiatan Usaha Panas Bumi Kegiatan Usaha Panas Bumi adalah suatu kegiatan untuk menemukan sumber daya Panas Bumi sampai dengan pemanfaatannya baik secara langsung maupun tidak langsung.    Tahapan kegiatan usaha panas bumi meliputi:   Survei Pendahuluan;   Eksplorasi;   Studi Kelayakan;   Eksploitasi dan   Pemanfaatan salah satunya menjadi pembangkit. Saya rasa sangat banyak source untuk mengetahui lebih dalam apa sih geothermal pastinya selain ramah lingkungan tidak ada satupun lapangan panas bumi yang pernah beroperasi akhirnya ditinggalkan sebagaimana pasca penambangan. Berbagai macam profesi yang diperlukan untuk mewujudkan impian pemanfaatan 25 % cadangan panas bumi indonesia  Geologis, Rig Crew saat pemboran, Engineer Mechanic, Electric, process, System, project management, Administration dll. Saat ini kapasitas pembangkitan dari geothermal baru skitar 1.948,5 MWe (13 PLTP di 11 WKP) dari total cadangan negrei tercinta 27.000 Mwe. Geothermal merupakan sumber energy bersih yang harus di manfaatkan  di lokasi dimana sourcenya berada, “Terangi negeri tercinta dengan energy bersih untuk kehidupan masa depan yang lebih baik”. Semoga kedepan panas bumi bisa lebih berkembang lagi.

Buat adik – adik begitu banyak source apa yang dapat kita pelajari lebih lanjut di era digital ini saya rasa jauh lebih baik dari tulisan ini, namun harapan saya bisa menginspirasi adik adik tembalang untuk senantiasa berpikir positif ke depan. Meskipun bukan mahasiswa yang baik di era itu smoga tidak dilarang Pak Sunarso cs di Tembalang kalo ngaku alumni Perkapalan Undip, itulah yang selalu saya sampaikan ke kolega bila ditanya alumni atau jurusan apa dulu meski sempat juga lanjut sekolahnya.

August ‘18

Salam dari puncak gunung, semua Heavy Equipment yang terpasang disini mayoritas pengankutannya via kapal dari negeri asalnya sana, salam kompak alumni SMP 32

Pembangkit Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Limited.
Field facilities Layout

 

 

 

With beloved

 

 

  • Background : Ship Building Engineering
  • Experience :
  1. Project (civil construction, Mechanical construction, workshop mechanic, Planning & control

2. Power Plant Operation (Co-Generation, Combined Cycle, Utility plant, Geothermal).

  • Career:

Helper Mechanic, construction (project), Plant Operator (paper industry), Assistant Supervisor (manufacture, paper), Supervisor operation (O&M company), Commisioning opr (Utility company), Shift Supervisor, Dispatch / Planning, Production Superintendent, Field Manager (Geothermal WW).

 

 

Edited by : Nurma Agus P98 0818