Universitas Diponegoro tidak hanya mencetak generasi yang berakademik tinggi, tetapi juga berkeahlian tinggi di bidangnya. Alumni Universitas Diponegoro patut dipertimbangkan keberadaannya di masyarakat. Tak hanya itu, kualitas alumninya juga patut diacungi jempol.

Integritas antara pihak kampus dan mahasiswa berhasil melahirkan manajemen handal yang berkualitas. Seperti itulah gambaran singkat tentang Universitas Diponegoro dalam mencetak generasinya. Salah satu generasi unggul alumnus universitas ini adalah Anindya Kusuma Putri. Ingin tahu selengkapnya tentang Anindya Kusuma Putri? Check this out!

Aktif Berorganisasi

Cantik, muda, dan bertalenta, itulah Anindya Kusuma Putri. Dara kelahiran Semarang, 3 Februari 1992 yang pernah berkuliah di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro ini, memiliki segudang kesibukan dan prestasi loh, Quipperian. Mahasiswi yang akrab disapa Anin ini aktif dalam dunia organisasi, salah satunya AIESEC Universitas Diponegoro.

Anin pernah menjabat sebagai President of Local Committee Diponegoro University di AIESEC Universitas Diponegoro periode 2013-2014. Selain itu, Anin juga terpilih menjadi salah satu dari 28 duta muda Indonesia dalam The 41st Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program 2014 (SSEAYP). Hal yang membuat Anin lebih termotivasi adalah kedatangan Ms. Nippon Maru pada tahun 2014 ke wilayah ASEAN.

Selama mengikuti program ini, Anin terpilih sebagai Chairman of Solidarity Group Sub Committee yang bertanggung jawab memimpin 33 duta muda dari 11 negara untuk menciptakan suatu kegiatan yang kreatif dan bersolidaritas tinggi untuk seluruh peserta SSEAYP. Sungguh membanggakan bukan?

Pemenang Kontes Kecantikan

Tak hanya aktif berorganisai ternyata Anin pernah dinobatkan sebagai Putri Indonesia tahun 2015 loh! Kemampuan semacam ini, memang sudah ada di jiwa Anin sejak dulu, Quipperian. Mahasiswi yang hobi bermain bulu tangkis dan basket ini juga pernah menjadi pemenang di ajang Gadis Sampul tahun 2008. Semenjak saat itu, ia menerima banyak tawaran untuk menjadi bintang iklan, presenter di beberapa stasiun TV, dan bermain seni peran bersama beberapa artis Indonesia, salah satunya Adipati Dolken dalam film Kukejar Cinta ke Negeri Cina. Keren banget kan?

Keinginan untuk terjun di modelling berawal dari dorongan orang tuanya. Sesuai nama terakhirnya seolah terbesit doa dan harapan dari kedua orangtua Anin yang menginginkan anak perempuannya menjadi seorang putri anggun yang dapat membanggakan orangtua. Ia sudah terbiasa mengikuti modelling sejak kecil dan itulah yang membuatnya berani bermimpi dan mengejar mimpinya, yaitu membuat orang tuanya bangga.

Kini, itu bukan sekadar doa dan harapan. Anin berhasil terpilih menjadi Perwakilan Jawa Tengah untuk Pemilihan Puteri Indonesia 2015. Hal yang lebih membanggakan lagi, ia terpilih menjadi Puteri Indonesia dan berhasil mewakili Indonesia di ajang Miss Universe.

Ajang ini tentu tak asing baginya karena pada tahun 2011 ia pernah mengikuti ajang serupa. Akan tetapi, hanya menjadi Runner Up 1 Jawa Tengah. Saat itu, Maria Selena yang terpilih menjadi Puteri Indonesia 2011. Meskipun demikian, ia tak pernah menyerah mengejar mimpinya, Quipperian. So, dont give up to reach your dream.

Peduli pada Pendidikan

Kendati memiliki banyak kesibukan, Anin tak lupa dengan kewajibannya di dunia akademik loh,Quipperian. Saat kuliah ia tetap antusias untuk ke kelas dan mengikuti perkuliahan di kelas. Hal ini dilakukan karena Anin sendiri sadar bahwa cantik itu bukan hanya soal fisik, tapi juga kecerdasan. Ia ingin menjadi seorang yang tak hanya cantik namun juga cerdas.

Hal inilah yang membuatnya cukup  selama mengikuti Pemilihan Putri Indonesia 2015, Quipperian. Demi mengikuti ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2015, Anin harus rela mengambil cuti 1 semester agar dapat fokus dalam Pemilihan Puteri Indonesia 2015 ini. Padahal, saat itu ia sedang menyelesaikan 2 bab terakhir skripsinya. Hal itu jelas membuatnya khawatir dan bimbang. Namun, pada akhirnya Anin tetap mengambil cuti dan bertekad untuk lulus secepat mungkin.

Anin terpaksa mengambil cuti karena ia sedang dikarantina di Jakarta dalam rangka menuju pemilihan Puteri Indonesia 2015. Selama di karantina, ia harus mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi agar badan tetap fit, proporsional, dan prima, mempersiapkan segala kebutuhan untuk penampilan bakat, foto, belajar make up dan catwalk, sampai memperluas wawasannya.

Demi cita-cita mulia, ia harus mempersiapkan banyak hal sehingga cuti menjadi pilihan terbaik saat itu. Nah, tampak dari paparan di atas, bahwa Anin merupakan sosok yang penuh komitmen ya Quipperian. Ia berani mengambil risiko untuk mengejar mimpinya.

Kebaikan datang dari pihak jurusan karena pihak jurusan tidak mempersulit langkah yang diambil Anin bahkan mendukungnya. Pihak jurusan memberikan dispensasi dengan cara membantu Anin setelah selesai mengikuti Puteri Indonesia. Hasilnya sangat memuaskan. Anin yang saat itu mewakili Provinsi Jawa Tengah, berhasil meraih gelar Puteri Indonesia 2015. Ia mewakili Indonesia di ajang Miss Universe dan bertemu dengan berbagai perwakilan dari berbagai negara. Dari mimpi menjadi kenyataan. Jelas keren banget, dong.

Sepulangnya ke Indonesia, Anin tak menyia-nyiakan kebaikan dosen. Ia langsung menyelesaikan skripsi yang telah terbengkalai. Meskipun sudah berstatus sebagai artis, Anin tetap berusaha menyelesaikan kepentingan akademik lainnya. Prestasi ini jelas membuat jurusannya bangga. Hal itulah yang membuat Anin menerima banyak bantuan selama menyelesaikan skripsi di Universitas Diponegoro.

Jika Quipperian cerdas, bertalenta, dan aktif, maka Quipperian akan menerima banyak pengalaman, ilmu, kemudahan, dan pertolongan. Eh, tapi jangan lupa kewajiban Quipperian untuk kuliah, ya.

Penulis: Arif Utama

SUMBER: video.quipper.com, 5 aPRIL 2017