Raut kegembiraan terlihat dari wajah Anes Desduana Selasakmida (19) saat merima beasiswa dari kampus tempat dirinya kuliah di Universitas Dipenogoro, Selasa (5/11).

Ia pun telah menyusun rencana akan diapakan uang bantuan pendidikan itu.

“Orang tua ayah jadi sopir pick up dan ibu jadi guru TK,” kata Mahasiswi semester 1 Jurusan Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Dipenogoro tersebut.

Selain Anes, ada lima mahasiswa lain yang terpilih mendapat beasiswa. Bantuan berupa uang tunai senilai Rp500 ribu, diberikan setiap bulan hingga mereka lulus kuliah atau mengundurkan diri sebagai penerima.

Ketua Pengelola Beasiswa Alumni Undip, Darmawan, menjekaskan, bantuan pendidikan tersebut merupakan program beasiswa alumni.

Sesuai namanya, beasiswa berasal dari dana para lulusan Undip yang dikelola oleh pihak kampus.

Program beasiswa alumni telah ada sejak Juli 2016. Sebelumnya sudah ada 54 mahasiswa Undip berbagai jurusan yang mendapatkannya. Dan dengan penambahan enam mahasiswa ini artinya telah ada 60 penerima.

Jumlah tersebut sengaja disesuaikan dengan Dies Natalis Undip tahun ini yang ke-60.

Adapun syarat utama untuk mendapatkan beasiswa alumni mereka kategori tidak mampu.

“Hingga saat ini jumlah alumni terdata ada 125.365 dari total 187.500 alumni Undip,” imbuhnya.

Pihaknya menyadari beasiswa tersebut tidak seberapa, namun paling tidak bisa membantu meringankan beban mahasiswa.

Bantuan pendidikan diberikan melalui rekening masing-masing penerima. Mereka dibebaskan mengelola keuangan dana yang diberikan.

“Tapi saya pesan, setiap menerima uang beasiswa dibagi tiga, yaitu 5 persen sedekah, 25 persen digunakan sebagai tabungan atau investasi, sisaynya untuk kebutuhan bukan keinginan,” ujarnya.

Wakil Rektor III Bidang Komunikasi dan Bisnis, Budi Setiyono berharap para menerima bisa memanfaatkan bantuan pendidikan ini dengan sebaik-baiknya.

Sebab beasiswa alumni tidak hanya program charity instan tapi sesunggugnya ingin membentuk karakter penerima.

“Pola hidup harus berbeda dengan merak tidak menerima. Manfaatkan sebaik mungkin jangan dibuat hal-hal tidak berguna. Sehingga setelah lulus nanti memiliki etos kerja, dan setelah lulus bisa gantian menolong adik adik angkatan dibawahnya,” kata Budi.

Ia menambahkan, Undip senantiasa memperhatikan para mahasiswanya.

Bahkan telah disiapkan dua skema untuk mempersiapkan peserta didik setelah lulus kuliah. Baik yang memilih menjadi karyawan maupun pengusaha.

Bagi mahasiswa yang setelah lulus kuliah ingin menjadi karyawan telah disediakan Undip Career Center (UCC).

“Lulusan Undip tiap tahun ada 10 ribu mahasiswa. Sehingga jumlah informasi lowongan pekerjaan lebih dari cukup. Lewat UCC mereka bisa berkonsultasi, mempersipakan diri persyaratan atau kriteria-kriteria seperti apa yang dibutuhkan masing-masing perusahaan,” ujarnya.

Bagi mahasiswa yang setelah lulus ingin menjadi wirausaha juga telah disediakan Klinik Kewirausahaan dan Inkubasi Bisnis, Di sana juga ada pembinaan, untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pengusaha.

“Tersedia fasilitas pendanaan bagi pebisnis pemula, bahkan jika perlu dikasih space dan alamat kantor sampai mereka punya kantor sendiri. Para alumni mensuport dua skema tersebut jadi manfaatkanlah link yang telah ada,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Undip juga kini tengah menyiapkan program lewat PT Undip Maju untuk menyediakan agar mahasiswa bisa bekerja paruh waktu. Mereka nantinya bisa bekerja di unit-unit usaha PT Undip Maju, seperti mall, dan hotel.

“Kami akan membangun Mall dan Hotel, tersedia lebih dari 250 tenant sehingga mahasiswa yang ingin mendapatkan uang tambahan bisa bekerja paruh waktu disana tanpa mengganggu kuliah,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir alumni Undip, Murti Wibowo, yang merupakan pengusaha hotel serta berbagai bisnis lain.

Pria yang juga menjabat sebagai pembina di Pengelolaan Beasiswa Alumni tersebut memberikan motivasi serta pengalamannya selama menjadi mahasiswa sebelum kini sukses beriwira usaha.

“Jangan berkecil hati dengan keterbatasan, sejak kuliah saya dulu masak sendiri, makanan rutin nasi pitih dan sambal tomat. Sekarang bisa jadi pengusaha punya hotel dan berbagai bisnis lain,” pesannya kepada penerima beasiswa yang berada di ruang sidang rektor Undip, Selasa (5/12/2017).(*)

SUMBER: TRIBUN JATENG, 6 DESEMBER 2017